Tag Archive | cacing kristal

JINJU EXPO 2014.


lumbrokinase. earthworm

Bengkelden Agrobisnis di Jinju Expo Korea 2014

Pada pameran di Korea Selatan yang diberi judul ” JINJU INTERNATIONAL AGRICULTURE & FOOD EXPO KOREA 2014″ BENGKELDEN AGROBISNIS bersama beberapa UKM lainnya berkesempatan mengikutinya. Acara Jinju Kore Expo tersebut berlangsung dari tanggal 5-9 November 2014 di Jinju City -Korea Selatan.

Pada kesmpatan yang luar biasa ini kami seperti baiasa membawa produk unggulan kami berupa : Cacing tanah, Cacing Kering, Tepung Cacing, dan dua produk baru kami untuk pangsa pasar ekspor yaitu Cocofiber dan cocopeat.

Secara keseluruhan acara berlangsung dengan sukse, dan respon masyarakat Korea dan mayarakat luar Korea sangat bagus untuk responnya terhadap cacing yang kami pamerkan, hal ini terbukti dengan terjualnya seluruh produk sample pameran yang sebenarnya tidak untuk dijual. Orang Korea sangat mengutamakan kesehatan, sehinggaa saat kami terangkan cacing tanah jenis Lumbricus Rubellus itu bagus buat kesehatan, bahkan di Indonesia, China, Jepang, Canada, Inggris dan Amerika cacing tanah ini sudah lama menjadi satu bahan baku obat.

Meskipun pada kesempatan pameran kali ini kami belumberhasil mendapatkan buyer yang potensial untuk cacing, namun kami yakin satu tahun ke depan Korea akan memerlukan cacing seperti negara lainnya, karena ternyata di Korea ada beberapa perusahaan yang saat ini sedang mendalami tentang cacing tersebut.

Berikut beberpa agambar saat kami Pameran di Jinju Expo 2014.

 

Lumbrokinase

Jamuan Makan Malam di Acara Jinju Expo -Korea Selatan November 2014

ITPC Korea dan Bengkelden Agrobisnis

Peserta Pameran Jinju Expo dari Indonesia berfoto bersama kepala ITPC Korea.

 

 

Jual cacing tanah, dan cacing tepung

Wiwin Hamidah & Pak Indra , Kepala ITPC Korea di stand Bengkelden Agrobisnis

 

ternak cacing di liputan 6 sctv


cacing merah

Liputan6.com, Bandung: Tak banyak terdengar masyarakat yang membudidayakan cacing tanah merah (Lumbricus rubellus). Ternyata, hewan tak bertulang belakang ini bisa jadi komoditas yang menguntungkan. Tengok saja bisnis yang dilakoni Komarudin Sabarudin. Pria asal Bandung, Jawa Barat, ini jeli menangkap peluang usaha hingga mampu mengekspor cacing tanah merah ke mancanegara.

Pada mulanya, bukan cuma Komarudin yang membudidayakan cacing tanah merah di Desa Pangalengan, Kabupaten Bandung. Namun, rekan-rekan Komarudin yang turut membiakkan cacing menyerah dan berhenti. Sedangkan Komarudin terus berjuang mengembangbiakkan cacing tanah merah hingga akhirnya menghasilkan laba. “Saya lihat bahwa dari cacing tanah itu banyak sekali yang dihasilkan,” ungkap Komarudin di Bandung, baru-baru ini.

Kandungan protein yang tinggi membuat cacing tanah cocok untuk menggemburkan tanah. Selain itu, cacing juga dapat dijadikan bahan pembuatan obat, kosmetik, pelet ikan, dan lain sebagainya. Selama 12 tahun perjalanan usahanya, Komarudin juga mencoba mengembangbiakkan cacing jenis lain seperti tiger, cacing belang, cacing biru, dan cacing Afrika.

Untuk memulai budidaya cacing tanah, Komarudin menjelaskan, yang diperlukan adalah bibit cacing. Kemudian, sediakan media tumbuh yang cocok dan makanan yang berlimpah. Bentuk media tempat hidup cacing adalah kotoran sapi yang didiamkan selama dua pekan. “Untuk makanannya dari kotoran sapi yang baru,” papar alumnus Fakultas Teknik Universitas Jenderal Ahmad Yani, Bandung, ini.

Pembibitan cacing tanah merah dimulai dari memasukkan induk cacing ke dalam media. Setelah dua pekan, induk cacing akan bertelur. Lantas, pisahkan induk cacing dari telur-telurnya. “Si telur ini kita kasih makan hingga bisa menetas dan dewasa,” ucap Komarudin. Setelah mencapai usia dewasa, cacing tanah merah lokal bisa dijual seharga Rp 50 ribu per kilogram.

Keberhasilan usaha yang dirintis Komarudin mengundang minat pegawai pertanian asal Malaysia bernama, Wan Safawi bin Wan Sulong. Wan Safawi yakin masa depan budi daya cacing tanah merah juga cerah bila diterapkan di negerinya. “Saya nampak masa depan cacing ini di Malaysia sama dengan di Indonesia,” kata Wan Safawi.(ZAQ)